perbedaan dari masing-masing jenis hosting.
1. Shared Hosting
Sesuai dengan namanya, yang namanya shared hosting adalah hosting yang dipakai oleh beberapa pengguna/akun secara bersama-sama. Para pengguna hosting ini menggunakan satu buah sumber daya dan service dalam server secara bersamaan. Jumlah pengguna untuk satu buah server bervariasi, tergantung dari kebijakan pemilik server dan kemampuan dari komputer server tersebut.
Hosting jenis ini sangat terpengaruh oleh tingkah dan perilaku dari semua pengguna hosting yang bersangkutan. Jika ada salah satu saja yang bikin ulah, misalkan menjalankan script yang membebani server (misalnya script robot atau script yang berjalan secara terus menerus), maka pengguna yang lain juga akan kena imbasnya, bisa web/blognya menjadi lebih pelan, atau kemungkinan-kemungkinan yang lain. Tetapi biasanya penyedia hosting jenis ini selalu memantau para penggunanya, jadi jika ada salah satu pengguna yang terlalu besar menggunakan sumber daya server, maka biasanya akan segera diperingatkan.
Hosting jenis ini sangat cocok bagi anda yang sedang belajar dalam membuat blog atau web dengan jumlah pengunjung maksimal ribuan per hari (4 digit angka pengunjung), karena harganya juga lebih murah, bahkan paling murah jika dibandingkan dengan hosting jenis lainnya.
2. Virtual Private Server (VPS)
Dalam satu buah server dijalankan beberapa sistem operasi lagi yang nantinya bisa digunakan oleh masing-masing pengguna server secara privat. Sistem operasi yang dijalankan dalam server tersebut bisa bervariasi, mulai dari Linux hingga Windows. Karena server ini menggunakan mode virtual, maka para pengguna VPS ini akan mempunyai jatah sumber daya server sendiri, mulai dari prosesor, RAM, Harddisk dan lain sebagainya. Dan tentunya VPS ini akan lebih aman dari gangguan jika ada pengguna lain yang nakal dibandingkan dengan shared hosting.
VPS atau virtual Private Server ini cocok digunakan bagi anda yang mempunyai pengunjung web/blog dengan angka diatas 5 digit (sudah mencapai puluhan ribu pengunjung). Tetapi, berhubung dengan VPS anda mendapatkan sumber daya server dengan alokasi Hardware tersendiri, maka biaya sewanya juga lebih mahal dibandingkan dengan shared Hosting.
3. Dedicated Server
Dedicated Server merupakan server yang disediakan sendiri oleh pengguna atau disewa dari jasa pemilik server pusat. Dedicated server ini merupakan server pribadi yang hanya digunakan untuk tempat menyimpan blog/web dengan kunjungan yang extrim. Jadi server jenis ini bisa menangani beban yang sangat tinggi dan melayani jumlah pengunjung yang sudah menggila (banyak banget gitu). Sebagai contohnya kaya facebook atau si mbah google juga menggunakan server pribadi atau dedicated server tersebut.
Jadi jika pengunjung blog anda juga sudah mulai menunjukan perkembangan yang extreme, anda bisa mulai berfikir untuk migrasi ke server dedicated guna melayani berbagai macam service dan permintaan dari pengunjung
4. Colocation Server
Colocation Server dimana server yang digunakan disediakan sendiri oleh pengguna/pelanggan. Jadi perusahaan hosting hanya memberikan layanan berupa penyewaan koneksi internet dan tempat untuk meletakkan server yang dipergunakan untuk hosting.
untuk yang punya nanung.net dan nanungnet.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar